Senin, 03 Januari 2011

Penanganan Penyakit Pilek dan "ILERAN" pada Kelinci


Kondisi 4 hari sakit
Penyakit ini dikenali dengan gejala seperti hidung berair, dagu basah dan berbau, muka kusut, nafsu makan kurang, nafas terdengat berbunyi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Pasteurella multocida (P. multocida) yang dapat mengakibatkan gangguan keluhan pada kelinci namun secara umum berdampak pada gangguan sistem pernafasan atau disebut secara umum sebagai pasteurellosis atau ketika menyerang ke sistem pernafasan biasa disebut (CRD complex / Complicated Chronic Respiratory Disease atau komplikasi saluran pernafasan kronik) .


.
Kondisi kelinci semakin parah,makannya disuapi.

Penyakit ini dapat menular ke kelinci lain dalam satu hunian dan perlu diwaspadai (dari berbagai sumber yang saya baca bakteri penyakit ini bisa juga menyerang ke manusia). Beberapa kali kasus penyakit ini ditemui di kandang kelinci wongkito. Indukan kelinci yang sedang menyusui, anakan kelinci, dan kelinci yang sedang bunting pernah mengalami kasus yang sama.
Penyakit ini bisa terjadi akibat dari suhu udara yang berubah secara ekstrim, dimana perbedaan udara dingin dan panas yang tidak menentu. Biasanya siang hari suhu udara sangat panas sekali.
Kalau tidak segera dilakukan pengobatan dalam beberapa hari kelinci akan mengalami sesak nafas hebat dan mengakibatkan kematian.


Langkah pengobatan :
Antibiotik yang tepat dapat mengatasi kondisi di atas. Untuk kasus ringan satu kali pemberian antibiotik sudah menunjukkan kesembuhan. Pemberian antibiotik sebaiknya dilakukan dalam 3 sampai 5 hari untuk membunuh tuntas bakteri pencetus penyakit tersebut. Obat yang tersedia ada yang berupa injeksi subkutan (suntik dibawah permukaan kulit) atau yang diminumkan (dalam sediaan cair dan bubuk).
Dari Keisogie Rabbitry disaranin suntik pake BIO TYLO (sekali suntik biasanya langsung sembuh). Kalau dari Pak Verry ( rumah kelinci rabbitry) menyarankan pakai obat oral, QUINOVET F dengan dosis 0,2 ml selama 3 hari berturut turut.

Kebetulan ada obat-obatan kelinci saya (Enroten) yang juga kandungannya sama dengan obat yang direkomendasikan sebagai antibiotik untuk mengatasi CRD (enrofloxatin) dimana obat ini dalam sediaan bubuk. Saya coba buat campuran sesuai dosis yang ada diiberikan lewat oral dengan memanfaatkan alat suntik yg dibuang jarumnya.
dosis enrofloxatin 10 mg/kg berat badan atau yang dianjurkan 0,2 sampai 0,5 ml (selama 3 - 5 hari). Kendalanya obat stok saya isinya 100 gram isinya 100 mg enrofloxatin, buat ngitung dosis rumit juga ( tujuannya biar mendekati dosis yang direkomendasikan tadi). Setelah dihitung-hitung campuran obat untuk dijadikan larutan maka harus mencampur 0,5 gr dalam 5 ml air. Setelah komposisi obat jadi, tinggal sesuaikan dosis dan cekoki kelinci menggunakan spet suntikan. Untuk menambah stamina kelinci, dapat diberikan multivitamin.

Alhamdulillah pada saat saya memberi makan malam hari, kelinci-kelinci tersebut menunjukkan kesembuhan ( baru pemberian satu kali, dan bulu di dagu sudah tidak basah lagi), dan paginya saya lihat bulu didagu sudah kering sama sekali . Pemberian obat tetap saya lanjutkan sampai 5 hari sesuai dengan dosis dan aturan pakai yang direkomendasikan agar pengobatan benar-benar tuntas. Sampai sekarang ngga kambuh lagi penyakitnya.

2 komentar:

  1. semua artikel yg di copy paste bagusnya disertakan sumbernya. salam kelinci luar biasa

    BalasHapus
  2. om, mau nanya, saya orang biasa, engga begitu mengerti tentang kelinci, kelinci saya kena penyakit seperti digambar om, itu bagaimana cara menyembuhkanya ya? trs beli obatnya dimana?

    BalasHapus